![]() |
Suasana buka bersama di Masjid Istiqlal, Jakarta. Berbuka puasa di masjid selain mempererat silaturahmi juga membuat peserta tidak kelimpungan untuk sholat Magrib, sholat Isya dan teraweh.(detik.com) |
Buka bersama atau populer disebut bukber adalah
"tradisi" rutin saban Ramadan tiba.Tapi sebaiknya perhatikan sejumlah
rambu-rambu berikut, agar kegiatan buka bersama yang sebetulnya positif tidak
kehilangan makna. Hal-hal apa saja yang harus dicermati? Berikut bocorannya:
1.Tetap Utamakan Ibadah
Di kota-kota besar, seperti Jakarta banyak agenda buka
bersama yang digelar di pusat-pusat perbelanjaan. Apalagi setiap datangnya
bulan puasa juga disambut berbagai mal dengan beragam kegiatan. Seperti dikutip
dari tribunnews.com (02/06/2017), mal dan pusat perbelanjaan di Jakarta
menyiapkan banyak acara untuk memanjakan warga saat Ramadan.
Sayangnya, tidak semua pusat perbelanjaan atau tempat
nongkrong (kafe, restoran, food court) dilengkapi masjid atau musholla yang
memadai.
Akibat musholla yang kurang memadai, peserta bukber kerap
terjebak antrean panjang untuk sholat magrib. Padahal waktu magrib sangatlah
singkat.Sehingga tak bisa dipungkiri, banyak peserta bukber akhirnya sholat
magrib diujung waktu atau malah melewatkannya.
Bukber di pusat perbelanjaan (mal, plaza) atau tempat
nongkrong lain, juga rawan kemacetan yang ujungnya memboroskan waktu. Efeknya,
gara-gara capek dan boros waktu di jalan kita pun tak sempat lagi untuk sholat
isya dan taraweh di masjid.
Untuk mencegah kondisi ini, sebaiknya tegaskan ke
pencetus/penggagas/pelaksana bukber untuk menggelar kegiatan ini ditempat yang
dilengkapi masjid dan musholla yang memadai. Syukur-syukur, bukbernya juga ada
sholat Isya berjamaah dan taraweh.
![]() |
Bila ingin bukber di pusat perbelanjaan, pastikan tempat itu punya musholla yang memadai.(dok pribadi) |
2.Awas Terjebak Menggosip
Ngobrol ngalor ngidul saat bertemu teman lama memang asyik.
Apalagi jika pertemuan itu berlangsung sambil menunggu waktu berbuka tiba.
Serunya obrolan bareng teman, membuat waktu menunggu tibanya azan magrib jadi
tidak terasa.
Tapi awas, keseruan ngobrol ini harus tetap jangan melanggar
hal-hal yang dilarang. Misalnya jadi ngobrol yang tidak penting, haha hihi
nyerempet topik saru, bahkan ngomongin orang lain.
Nah, agar tidak terjebak hal-hal tak berguna yang justru
menggerus pahala puasa, tetaplah membatasi percakapan di topik-topik bermanfaat
dan positif. Jangan sungkan saling mengingatkan jika topik obrolan udah mulai
melenceng.
![]() |
Menu yang beragam saat berbuka, rawan membuat kita kalap dan balas dendam.Tetap kendalikan diri itu penting.(dok pribadi) |
3.Kalap Menyantap Bukaaan
Saat buka bersama kita biasanya disuguhi beragam makanan dan
minuman.Sadar atau tidak, karena nikmatnya makan dalam suasana kebersamaan kita
pun kerap banyak makan menu-menu yang dihidangkan.
Alhasil, gara-gara "kalap" menikmati semua makanan
yang disajikan membuat kita kekenyangan dan ujung-ujungnya ngantuk serta malas
menyambung puasa dengan ibadah-ibadah malam. Wuih, sayang banget kan? Padahal
saat Ramadan inilah Allah SWT membuka lebar-lebar ampunan, ridho dan pahala.
4.Mengharap Materi
Mengharap materi? Apakah itu? Acara buka bersama di beberapa
instansi-instansi pemerintah juga swasta biasanya dirangkai dengan pembagian
goodie bag berisi sarung, sembako, busana muslim bahkan uang saku.
Kondisi ini meski bertujuan untuk mempererat silaturahmi
tapi juga punya efek negatif. Peserta buka bersama jadi termotivasi untuk hadir
hanya karena iming-iming materi ini. Ketika materi jadi tujuan, maka kegiatan
bukber pun jadi kehilangan makna positif.
Setelah membaca poin-poin di atas, maka sudah saatnya kita
lebih selektif dalam menghadiri kegiatan buka bersama.(*)
CATATAN:
Artikel ini diikutsertakan dalam Kontes Blog UC News bertema Puasa Sehat Ramadan 2017
Post A Comment:
0 comments: